Senin, 01 Oktober 2018

Manfaat Rumput Liar Untuk Kesehatan

Assalamualaikum semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat untuk kita semua :) selamat membaca 
 
TANAMAN KROKOT

    

Taukah kalian apa nama tanaman ini? Tanaman ini adalah Krokot sejenis rumput liar yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari entah itu di pekarangan rumah, sawah, ladang dimana pun itu tanaman ini pasti dapat kita jumpai. terkadang kita hanya menggap tanaman ini hanya sebagai rumput liar tapi taukah kamu bahwa rumput liar ini sangat banyak mengandung manfaat yuk kita simak siapa tau dapat bermanfaat.

Kandungan Kimia Tanaman Krokot
Tanaman krokot mengandung omega3, asam linolenat, KCl, KSO4, KNO3, nicotinic acid, tanin, saponin, vitamin A, B, C, l-noradrenalin, noradrenalin, dopamin, dan dopa.

Manfaat dan Khasiat Tanaman Krokot Bagi Kesehatan
  • Tanaman krokot untuk obat disenteri.
  • Tanaman krokot beguna untuk mengobati penyakit diare  akut.·
  • Tanaman krokot bermanfaat untuk mengobati penyakit Radang akut usus buntu (appendicitis acuta). 
  • Tanaman krokot berkhasiat untuk mengobati penyakit Radang payudara (mastitis).
  • Tanaman krokot digunakan untuk mengobati penyakit Wasir berdarah (Hemorrhoidal bleeding).
  • Tanaman krokot sebagai obat penyakit Badan sakit dan pegal (Rheumatism)
  • Tanaman krokot berguna untuk mengobati Keputihan (haid).
  • Tanaman krokot bermanfaat untuk mengobati Gangguan sistem saluran kencing.
  • Tanaman krokot berkhasiat untuk mengobati Sakit kuning (Hepatitis)·
  • Tanaman krokot digunakan untuk mengobati anak Cacingan.
  • Tanaman krokot digunakan sebagai obat sesak napas.


 RUMPUT MUTIARA


Seluruh bagian rumput mutiara dapat digunakan sebagai obat, baik dalam segar maupun melalui proses pengeringan. Di Cina, rumput ini cukup populer sebagai salah satu herbal penyambuh.

Khasiat rumput mutiara antara lain menyembuhkan radang usus buntu, tersumbatnya saluran sperma sehingga sulit punya keturunan, radang amandel, hepatitis, gondongan, infeksi saluran kemih, bisul, Jerawat dan borok.
Kandungan senyawa dalam rumput mutiara anatara lain ursolic acid, stigmasterol, hentriacontane, beta-sitosferol, dan flavonoid glycosides. Hati-hati dalam mengonsumsi rumput mutiara, sehari maksimal 15-50 gram rumput mutiara yang direbus dan diminum airnya satu gelas saja. Apabila berlebihan, dapat mengakibatkan penurunan sel darah putih dan rasa kering pada mulut dan tenggorokan.


RUMPUT TEKI


Manfaat dan Khasiat Rumput Teki - Rumput teki adalah salah satu jenis rumput liar dan dari namanya rasanya sudah umum di Indonesia bahkan bisa kita temui di lahan-lahan sekeliling kita. Di India dan Cina tanaman rumput teki sudah sangat terkenal sebagai bahan pembuatan obat alamiah. Tanaman ini termasuk dalam familia Cyperacceae dengan nama latin Cyperus rotundus. Bagian dari rumput teki yang bisa digunakan sebagai obat adalah umbinya yang mengandung : Alkaloid, Flavonoid, Sineol, Pinen, Siperon, Rotunal, Siperenon dan Siperol. Berikut adalah manfaat dan khasiat dari rumput teki


Manfaat Tanaman Ciplukan Bagi kesehatan


Manfaat Tanaman Ciplukan 

Seringkali tanaman ini dianggap sebagai tanaman liar karena memang habitatnya yang banyak ditemukan di  ladang, sawah, pinggir jalan, dan lahan-lahan terbuka yang terkena sinar matahari. Bagi sebagian orang khususnya petani, tanaman ini sering dianggap sebagai gulma karena mengganggu pertumbuhan tanaman mereka. Sehingga tanaman ini banyak yang dibasmi. Padahal, ciplukan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini mungkin masih sedikit asing terdengar, terlebih masyarakat perkotaan. Ciplukan atau juga yang sering disebut dengan ceplukan (Physalis angulata l.) merupakan tumbuhan liar yang tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut. 
Tumbuhan ini banyak ditemukan di negara-negara yang beriklim tropis seperti Afrika, Asia, dan Amerika. Disetiap daerah di Indonesia, ciplukan memiliki banyak sebutan yang berbeda-beda, misalnya seperti keceplokan, ciciplukan, kopok-kopokan (Bali), cecendet, cecenet (Sunda), nyornyoran (Madura), Leletokan (Minahasa), Kenampok (sasak), dan lapunonat (Tanimbar, Seram).

            Ciplukan berasal dari kawasan tropis tepatnya di Peru (Amerika Latin) walaupun memiliki nama yang sangat bernuansa bahasa Indonesia. Tanaman ini kemudian disebarkan oleh orang-orang Belanda ke Eropa, sedangkan di Indonesia tanaman ini pertama kali dikenal di daerah Maluku. Buahnya bulat tertutup dalam kantong mirip lampion. Sekilas jika dilihat bentuknya mirip dengan kantong kemih, itulah sebabnya tanaman ini diberi nama ilmiah Physalis angulata L. Dalam bahasa Yunani, physalis memiliki arti kantong kemih.

Ciplukan merupakan tumbuhan semak semusim yang dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1.800 mdpl. Selain itu, ciplukan juga bisa tumbuh liar di lereng-lereng tepi sungai, pinggir selokan, dan kebun/tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek. Ciplukan merupakan tanaman semak yang rendah dengan tinggi mencapai 1 meter. Selain itu, ciplukan memiliki batang pokok yang tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Untuk daunnya, ciplukan berdaun tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15x2,5-10,5 cm. Ciplukan mmiliki bunga tunggal, berbentuk corong, di ketiak daun, berbulu, dan berwarna kuning pucat. Buah berbentuk bulat terbungkus kelopak seperti lampion. Biji ciplukan berbentuk bulat, pipih, dan berwarna cokelat. Bila belum masak, kelopak dan buah berwarna hijau dan rasanya sangat pahit. Bila sudah masak, kelopak akan berwarna kuning atau putih kekuningan, dan buah berwarna kuning atau kuning kemerahan atau merah dan rasanya manis.

Tanaman ciplukan mengandung banyak zat-zat kimia yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Secara umum,  tanaman ini berperan sebagai tanaman yang memiliki fungsi antibakteri, anti inflamasi, analgesik, imunosupresan, antioksidan, sitotoksik, meredakan batuk, antivirus, menetralkan racun, anti hiperglikemi, imunostimulan, analgesik, sitotoksik, meredakan batuk, menetralkan racun serta mengaktifkan kembali fungsi kelenjar tubuh dan anti tumor. Selain itu, setelah  dilakukan penelitian terungkap bahwa ciplukan memiliki banyak kandungan yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh, diantaranya saponin (pada tunas), flavonoid (daun dan tunas), polifenol, tanin,dan fisalin (buah), Withangulatin A (buah), asam palmitat dan stearat, Elaidic acid. (biji), alkaloid (akar), Chlorogenik acid, C27H44O-H2O (batang dan daun), tannin (buah), kriptoxantin (buah), vitamin C dan gula (buah).

Khasiat ciplukan bukan hanya terletak pada buahnya saja, tetapi juga terdapat pada daun, batang, dan akarnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dihasilkan dari ciplukan, yaitu:



       1.      Mengobati influenza dan sakit tenggorokan
Salah satu manfaat dari ciplukan ini adalah daapat mengobati influenza atau flu dan juga sakit tenggorokan yang sering menyerang anak-anak maupun dewasa. Cara mengkonsumsinya adalah dengan mengambil semua bagian pohon ciplukan kemudian potong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah itu jemur bagian yang telah dipotong-potong tadi hingga kering. Apabila sudah kering, ambil secukupnya untuk direbus sampai mendidih, lalu minum air rebusan tadi sebanyak 3 kali sehari.
Selain untuk influenza dan sakit tenggorokan, resep ini juga dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit,  seperti: batuk rejan (pertusis), bronchitis (radang saluran napas), gondongan (paroritis), pembengkakan buah pelir (orchitis).

2.    Mengobati kencing manis (Diabetes)


Proses awalnya sama seperti untuk mengobati influenza dan sakit tenggorokan, namun untuk mengobati diabetes, ciplukan yang telah dikeringkan tadi direbus dengan 3 gelas air bersih dan tunggu sampai air rebusan mendidih dan hanya menyisakan 1 gelas. Kemudian saring air rebusan tadi dan bisa dikonsumsi satu kali sehari secara rutin.

3.    Mengobati paru-paru

Untuk mengobati sakit paru-paru juga dibutuhkan semua bagian dari pohon ciplukan seperti buah, daun, akar, dan batang. Sebelumnya tanaman ciplukan tadi di cuci bersih terlebih dahulu kemudian rebus dengan air sebanyak 3-5 gelas lalu tunggu hingga mendidih. Apabila telah mendidih, saring air rebusan tadi dan minumlah sebanyak 3 kali sehari secara rutin.

4.    Mengobati penyakit ayan


Untuk dapat mengobati penyakit ayan, anda hanya perlu mengkonsumsi buah ciplukan sebanyak 8 sampai 10 butir per hari secara rutin.


5.    Menurunkan tensi darah

Untuk pengobatannya, prosesnya sama seperti pada pengobatan diabetes.

      6.     Mengobati bisul dan borok

Untuk pengobatan pada bisul, ambillah daun ciplukan kira-kira setengah genggam, kemudian cuci bersih daun tersebut dan tumbuk hingga halus. Lalu tempelkan pada bisul kemudian dibalut. Jangan lupa untuk diganti sebanyak 2 kali sehari. Sedangkan pada borok, tambahkan air kapur secukupnya pada daun ciplukan yang akan ditumbuk. Kemudian tempelkan pada borok dan jangan lupa untuk dibalut. Ganti setiap 2 kali sehari.


7.    Mencegah kanker

Berdasarkan penelitian, pada daun dan buah ciplukan mengandung steroid yang dapat berfungsi untuk mencegah sel-sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi ekstrak tanaman ciplukan secara rutin mampu mengecilkan ukuran tumor dalam tubuh manusia.


8.    Meredakan gangguan kelenja getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat diatasi  dengan minum air rebusan daun ciplukan secara rutin. Namun tentunya harus diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.


Sekalipun tumbuh liar, buah ciplukan juga mempunyai potensi yang bagus untuk dibudidayakan. Langkah pertama untuk membudidayakan tanaman ciplukan adalah dengan pemilihan bibit yang unggul. Kebanyakan orang memilih membudidayakan tanaman ciplukan secara degeneratif (dengan menggunakan biji) alasannya yaitu karena tanaman akan lebih tahan terhadap penyakit, selain itu usia tanaman juga akan lebih lama, tanaman akan berbuah lebih banyak, tidak rentan terhadap kematian tanaman, menghindari krisis air terutama pada saat usia awal tanam, serta biasanya memiliki akar yang lebih kokoh di bandingkan penanaman dengan cara vegetatif (merunduk). 


semoga bermanfaat :)