Blora. Sabtu, 20 November 2021
Assalamualaikum teman-teman... Apa kabarπ?..
Sudah lama sekali aku tidak membagikan pengalamanku, kali ini aku akan menceritakan sedikit dari sebagaian kisah hidupku saat aku mulai permata kali mengajar sebagai Guru GTT. Saat itu, aku baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan. ada salah satu sekolah yang aku datangi, sekolah tersebut sedang membutuhkan guru dan aku melamar kesana. namun beberapa hari kemudian ada salah satu teman kuliahku, mengajakku untuk mengajar di salah satu sekolah dekat rumahnya, awalnya aku sedikit bingung karna rumahku lumayan jauh dari sekoah yang ditawarkan temanku, sekitar 4km dari rumah, namun untuk menghargai temanku, aku mengunjungi sekolah tersebut. alangkah terkejutnya aku saat pertama kali datang kesana, aku langsung jatuh cinta pada sekolah itu. dan aku memutuskan untuk mengajar dan mengabdikan diriku untuk bukan lagi sebagai guru magang seperti saat waktu kuliah, tapi benar-benar, menjadi seorang guru yang mempunyai kelas sendiri, mmengatur kelas sendiri, memberikan pembelajaran sendiri dan saat itu aku benar-benar sangat senang.
Ini adalah sekolah tempatku mengajar, pertama kali aku menjabat sebagai Guru GTT, aku langsung di sambut hangat oleh Ibu Kepala Sekolah yang MasyaAllah baiknya, saat itu upacara sedang berlangsung dan aku langsung di perkenalkan kepada warga sekolah disana. mereka menyambut baik dan menerimaku. itu adalah salah satu moment yang bersejarah untukku. dikaruniai sekolah yang warga sekolahnya baik dan ramah, rekan-rekan guru yang tak memandang sistem Senioritas namun tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Lingkungan sekolah yang nyaman bersih tanpa sampah, lalu dimanjakan dengan pemandangan alam yang begitu indahnyaπ, dihimpit oleh dua gunung yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango membuatku amat sangat bersyukur.
Ini adalah kelasku kelas IV. muridnya memang sedikit, maklum karna hanya warga sekitar sekolahlah menyekolahkan anaknya disini. karna bisa di bilang tempatku mangajar adalah plosok desa. namun bukan berarti muridnya sedikit terus aku jadi menyepelkan ya, justru karna mereka sedikit tatangan mengajarnya semakin besar hehehehe.. kenapa? karena mereka hanya dapat pembelajaran dari sekolah saja. lingkungan tempat tinggal mereka lumayan jauh dari kota. koneksi internet yang masih jarang membuat pengetahuan mereka terbatas. bahkan saat pertama kali aku mengajar menggunakan Bahasa Indonesia murid-muridku kebingungan. mereka terbiasa menggunakan bahasa sehari-hari yaitu Bahasa Sunda. MasyaAllah unjian bangetkan, tapi jangan salah. tidak hanya aku yang selalu mengajarkan mereka, tetapi mereka juga banyak mengajarkan aku.
kelas yang bersih membuat semua muridku nyaman belajar sesuka gaya mereka, aku tak pernah membatasi kenyamanan mereka, selagi mereka nyaman dan bisa menerima pembelajaran dengan baik, aku sudah merasa senang. namun tak selamanya mereka bergaya belajar seperti itu yaππ. tak mudah untuk membentuk karakter belajar anak, dan kita tidak bisa memaksa anak untuk selalu bergaya belajar klasik. adakalanya kita harus membebaskan gaya belajar mereka namun tetap harus dalam pengawasan kita. yang aku alami selama kita saling menghargai. Pembelajaran di kelas itu akan terasa lebih menyenangkan. dan pengalamanku juga menjadi lebih berwarna berkat karakter anak yang berbeda-beda. namun setiap kali aku memberika materi mereka tetap pokus dan menerima pembelajaran dengan baik. untuk masalah pembelajaran. aku rasa tak ada kesulitan apapun.
Ini adalah foto saat kegiatan olahraga, biasanya setiap olahraga kita berpindah-pindah tempat, tidak hanya di lapangan sekolah saja. kadang di halaman villa milik warga, kadang hiking ke curug Citaman, pokoknya setiap olahraga itu pasti menyenangkan kerena sekalian refreshing. jadi tidak jenuh ππhehehe, enak nya ngajar di plosok itu gitu hehe..
kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setiap hari jumat yaitu Solat Duha bersama yang dipimpin oleh Ibu Kepala Sekolah, setiap hari kita rutin solat Duha tapi dikelas masing-masing. nah kalau setiap hari jumat itu selalu bareng-bareng. biasanya dimulai dengan solat Duha dan solawatan lalu di beri Tausiah sama ibu Kepala sekolah. jadi selama aku mengajar di sekoah ini, aku merasa banyak-banyak bersyukur karena selalu banyak hal yang membuat aku ingat dan ingat lagi untuk selalu melakukan kebaikan. duni dan akhiratnya itu InsyaAllah seimbang.
ininih enaknya ngabdi di plosok hehehehe kalo musim panen pasti kebagian. entah panen apapun itu pasti kebagian jatah, anak-aanknya engga pelit, suka inget terus sama gurunya. tak hanya muridnya bahkan orangtua mereka juga baik banget, kalo lagi panen sayuran pasti gurunya di kasih jatah, kadang suka engga enak sendiri di kasih terus, abisnya otang tuanya baikkk bangetttπ .. malah sayuran itu jarang beli karna dikasih terus,, gimana engga seneng ππ hehehehe...
jika musim hujan datang, π kabut pun datang ... jalanan menjadi licin, pandangan mata terbatas π wahh pokoknya tantangan banget kalo musim hujan.. π tapi seru bangett karna setiap harinya menjadi sebuah pengalaman.
Banyak banget moment yang tak bisa aku ceritakan satu persatu π tapi yang jelas aku merasa benar-benar bahagia sekali pernah menjadi bagian disana, sekarang aku sudah tak mengajar disana, sekarang aku sudah menikah dan ikut suami ke Blora. namun sampai saat ini aku masih sering meningat mereka, memimpikan mereka, rinduuuu rasanya ingin kembali mengulang moment-moment itu bersama mereka, teruntuk bu Ila sahabatku terimakasih banyak sudah membawaku ketempat yang luar biasa indahnya.
* Photo dan cerita yang saya share sebelumnya saya sudah meminta ijin terlebih dahulu pada saat saya masih mengajar disana, bahwa saya akan mengabadikan cerita ini di blog pribadi saya.






































