Selamat membaca dan semoga bermanfaat dan menambah rasa syukur kita yang hidup dengan kenyamanan aamiin
DESA GONDANG ....
Kali ini aku ingin menceritakan saat aku liburan semester 2, liburan kali ini aku berkunjung ke Desa Gondang kec.Ngawen Kab.Blora prov.Jawa Tengah yaitu tempat tinggal kakaknya mamah. Perjalanan yang lumayan jauh sebenarnya untuk di kunjungi tapi rasa penasaranlah yang membuatku ingin mengunjungi kota kelahiran kakak sepupuku.
15 jam perjalanan bukanlah waktu yang singkat, namun aku yang saat itu pergi bersama kakak sepupuku tetap semangat menikmati perjalanan yang panjang, bercanda, bercerita yang kita lakukan selama perjalanan, kami brangkat dari kota bogor tepat jam 12 siang dan sampai di tempat tujuan kami sekitar jam 3 pagi.
Rasa lelah dan penat pun meliputi tubuhku, rasa pegal dan kantukpun tak bisa aku hindari lagi ketika aku sampai di rumah pamanku itu, setelah bersalaman dan saling menyapa antara keluargaku di Sukabumi dan di Blora lewat telepone aku pun memutuskan untuk mandi dan istrahat di kamar kakak sepupuku . Hingga akupun tak sadar bahwa aku tertidur sangat lelap sampai pukul 7 pagi.
Ketika aku bangun tidur dan keluar rumah aku sangat kaget bahwa matahari di sana sudah sangat terang sekali. Berbeda dengan kotaku Sukabumi yang bahkan jam 8 pun matahari baru terbit, disamana matahrinya sungguh menyengat bahkan menurutku itu bisa membuat kulit kemerahan atau terbakar.
Tak terasa 3 hari sudah aku tinggal di sana tak ada aktivitas yang aku lakukan selama di sana karna aku masih beradaptasi dengan matahari dan lingkungan di sana, aku hanya keluar saat magrib dan isya saja karena kebiasaan masyarakat disana jika magrib dan isya perempuan di perbolehkan ikut solat berjamaah di mesjid. Senang rasanya bisa ikut berjamaah karna jika siang hari aku tak ingin keluar rumah maka saat di mesjidlah Kesempatanku untuk berkenalan dengan masyarakat disini.
Waktu hari kamis kalo tidak salah kakak sepupuku mengajakku ke alun-alun kota Blora, pagi sekali kami berangkat agar mataharinya tidak terlalu menyengat. Saat di perjalanan aku banyak sekali melihat anak sekolah yang berangkat sekolah menggukan sepeda dengan semangat dan ceria sekali mereka mengayuh sepeda yang berbeda sekali dengan anak-anak kota yang berangkat sekolah di antar orangtuanya. Aku yang mengambil pendidikan jurusan perguruan merasa bangga terhadap meraka yang tetap bersekolah meski jarang yang harus di tempuh sangat jauh, hatiku merasa sangat terharu melihat semangat mereka.
Setelah 30 menit perjalanan dari kecamatan Ngawen akhirnya aku sampai juga di kota Blora.
Alun-alun yang bersih dari sampah dan rimbunan pohon yang menyejukan susana senang sekali bisa menginjakan kaki di alun-alun ini, aku dan kakak duduk di bawah pohon rindang smabil menikmati es teh manis, secangkir kopi dan sedikit cemilan, bercerita canda dan tawa kami habiskan waktu bersama di sana sampai adzan dzuhur pun berkumandang dan aku memutuskan untuk ikut shalat berjamaah di mesjid alun-alun kota Blora.
mesjid yang sederhana sebenarnya namun suasana yang nyaman yang membuatku tenang dan betah berlama-lama terdiam di dalam sana, setekah selesai sholat akupun kembali ke alun-alun bersama kakak sepupuku.
setelah itu kami pun memutuskan untuk pulang karna hari semakin terang dan kepalaku sudah penat karna terlalu banyak terkena sinar matahari langsung.
saat ingin meninggalkan alun-alun mataku terpesona oleh suatu ruang yang membuatku penarasan setelah berntanya pada kakak, ia mengatakan bahwa itu adalah fostil gajah purba, dan aku penarasan ingin melihatnya langsung maka kakak pun membawaku melihat fostil tersebut setelah di dekati subahanalloh indah dan terawat sekali postil tersebut yang membuat hatiku terkagum-kagum. Setelah beberapa saat akhirnya aku dan kakak benar-benar memutuskan untuk pulang.
Karna aku ini termasuk orang yang mudah kelelahan maka sesampainya di rumah aku langung minum air putih dan tidur sambil menunggu waktu asyar tiba.
Keesokan harinya setelah mandi dan sarapan aku memutuskan untuk ikut bude ke ladang dengan semangat aku beranikan melawan panasnya peternakan namun sesampainya aku di ladang hatiku rasanya ingi menjerit, astagfirulloh berata tandusnya peternakan ini taka ada air yang mengalir hanya ada rumput dan tanah yang retak
Begitu kering sekali dan aku baru tau dari bude bahwa desa ini termasuk desa yang kekeringan yang sudah berbulan-bulan tak ada hujan yang turun dan jika hujan tidak turu maka tanah akan tandus dan sulit untuk menanam padi atau tanaman apapun kecuali rerumputan yang liar. Aku sungguh berdosa karna selama aku di sini aku mengeluhkan udra yang sangat panas tanpa aku berpikir bahwa ada orang yang jauh lebih sulit dengan kondisi lingkungan disini.
Ada beberapa ladang yang di tanami jagung namun petani yang menanam jagung dalam kondsi seperti ini harus 10x lipat semangatnya karna harus mengambil air untuk menyiram tanaman ini setiap hari, budeku salah satu petani yang sangat rajin karena ia juga menanam tanaman jagung, berkat semangat dan kerja kerasnya tanaman ini bisa tumbuh subur meski berada di tanah yang mustahil bisa tumbuh.
Ada salah satu sumber mata air disini yaitu sumur ini, warga desa sudah terbiasa membawa drigen yang berisikan air untu memenugi kebutuhan sehari, sungguh miris rasanya melihat warga desa yang semangat mengambil air sedangkan aku hanya tau memakai saja tidak tau dari mana air itu datang, penyesalan dan rasa bersalah yang menyelimutiku membuatku menangis bahwa aku benar-benar tidak bersyukur aku yang selalu mengeluhkan pemakaian air yang terbatas sekarang setelah aku keluar rumah baru aku sadari bahwa aku telah merepotkan paman dan bude terutama kakak sepupuku yang selalu aku tuntut untuk menemaniku di rumah padahal di luar sana banyak sekali pekerjaan yang harus ia lakukan yang salah satunya adalah mengambil air dari sumur itu yang jaraknya sekitar 3oo meter dari rumah.
kakakku yang mengambil air sekaligus memandikan syarif luar biasa benarnya kakaku ini dia tidak pernah mengeluhkan apapun walau sebenarnya dia sangat tertekan apalagi di tambah aku yang sangat manja sama dia pasti dia sangat menderita karena aku.
hamparan rerumputan liar yang banyak sekali membuatku tak ingin beranjak dari peternakan.
Di depan rumah ada satu bunga yang sangat aku sukai yaitu bunga kemboja cina hebat sekalikan bude ku ini meski ia harus bekerja di ladang dan mengurus rumah tapi ia masih sempat mengurus tanaman dan 3 ekor kambing yang harus di siram dan di beri makan setiap harinya, sungguh aku sayang senang dan bersyukur sekali bisa berkunjung ke tempat ini, ya Alloh maafkan hambamu ini yang tidak mensyukuri nikmat-sekarang aku sadar bahwa selama ini aku selalu mengeluhkan hidupku padamu tanpa aku sadari bahwa orang yang di sekitarku jauh lebih menderita di bandingkan aku.
Catatan penulis
* Maaf ada satu poto yang di ambil dari google yaitu poto postil gajah soalnya waktu kesana dilarang membawa kamera
👌👌
BalasHapusdi tunggu post.an selanjutnya :)
BalasHapusgood post rantii
BalasHapusgood post ranti
BalasHapusajak aku kesana..hehe
BalasHapusgood :) bermanfaat
BalasHapusterimakasih postingannya sangat bermanfaat
BalasHapusSubhanallah Bermanfaat Sekali
BalasHapus