BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Logika merupakan salah satu cabang ilmu
pengetahuan yang mengkaji penurunan-penurunan kesimpulan yang shahih dan tidak
shahih. Logika sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengambil
kesimpulan suatu keputusan, baik dalam dunia bisnis, teknologi, pemerintahan
maupun dalam dunia hukum. Sehingga logika menjadi ilmu yang penting untuk
dipelajari karena secara tidak sadar kita banyak mengunakan logika dalam
keseharian kita.
Sebagai calon pendidik kita juga harus
mempelajari logika, supaya kita mempunyai kemampuan mengambil kesimpulan dengan
benar dan tepat. Konsep logika juga sering ditemukan dalam mata pelajaran,
terutama pelajaran IPA dan Matematika.
Dalam logika terdapat materi
kuantifikasi dimana materi kuantifikasi membahas mengenai cara mengubah bentuk
kalimat dengan menggunakan kuantor, sehingga kami tertarik untuk membahas
materi mengenai kuantifikasi.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apamacam-macam kuantor?
2.
Bagaimana negasi kuantor?
C.
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui macam-macam kuantor.
2. Mengetahui negasi kuantor.
BAB II
PEMBAHASAN
Telah dibicarakan bahwa apabila suatu
kalimat terbuka, variabel-variabelnya diganti dengan konstan-konstan anggota
semesta pembicaannya, maka di peroleh suatu pernyataan. Cara lain untuk
mengubah suatu kalimat terbuka menjadi suatu pernyataan adalah dengan
menggunakan kuator. Ada dua macam kuartor yaitu kuartoe Eksistensial dan
kuartor Universal.
Kuantor merupakan suatu ucapan yang dibutuhkan
pada kalimat terbuka sedemikian sehingga mengubah kalimat terbuka tersebut. Ada
dua macam kuantor yaitu kuantor Eksistensial dan kuantor Universal.
A.
Macam-macam
Kuantor
Kuartor yang paling sedikit harus ada
satu anggota penyelesaian yang memenuhi sifat yang ditunjukan tetapi tidak
menutup kemungkinan semua anggotanya memenuhi sifat yang ditunjukan. Ciri-ciri
pernyataan kuartor eksistensial menggunakan kata : ada, beberapa, setidaknya
satu dan lain-lain. Pernyataan kuartor eksistensial disimbolkan dengan ÆŽx p(x), dimana ÆŽx adalah kuartor eksistensialnya dan p(x) adalah pernyataan tunggalnya.
Suatu kuartor yang setiap anggota
himpunan penyelesaiannya memenuhi sifat yang ditunjukan. Jika salah satu
anggotanya tidak memenuhi sifat yang ditunjukan maka pernyataan tersebut
menjadi salah. Ciri-ciri pernyataan kuartor universal adalah menggunakan kata:
semua, setiap, seluruhnya dan lain-lain. Pernyataan kuartor universal
disimbolkan dengan ∀x,(px) dimana ∀x
adalah
kuartor universalnya dan p(x)adalah
pernyataan tunggalnya.
Perhatikan kalimat terbuka x + 6 = 10 yang memberikan simbol D(x). Maka ÆŽx d(x) diartikan ada x
sedemikian x + 6 = 10 adalah satu
pernyataan bernilai benar. Misal kalimat terbuka
dengan semesta pembicaraan himpunan bilangan
riil. Maka ∀x,(
berarti
untuk semua x berlaku
adalah suatu pernyataan yang bernilai benar
juga.
Beberapa kalimat ÆŽx(y=x+2), walaupun ada kalimat tersebut
dibubuhi kuartor tetapi kalimat tersebut tidak termasuk dalam pernyataan. Hal
ini dikarenakan pada kalimat tersebut tidak mempunyai nilai kebenaran. Berbeda
dengan dua kalimat sebelumnya. Tetapi jika dibubuhi kuartor kembali sehingga
menjadi kalimat (ÆŽx)(ÆŽy)(y=x+2),
maka kalimat ini menjadi pernyataan. Hal ini dikarenakan mempunyai kalimat
kebanaran (ÆŽx)(ÆŽ y)(y=x+2) pada kalimat
ini dibaca ada bilangan x dan y sedemikian hingga berlaku y=x+2.
B.
Negasi
Kuantor
Negasi kuantor adalah ingkaran kalimat
“semua x bersifat p (x)” adalah “ada x yang tidak bersifat p (x) ” Ingkaran kalimat “ ada x yang bersifat q (x)” adalah “ semua x
tidak bersifat q (x)”.
Ingkaran
kuantor universal : ~(ÆŽx) P(x) ≡ (∀x)
~P (x). Ingkaran dari “ada
(beberapa/terdapat)……” ≡ semua (setiap)…. Tidak …
Contoh
:
1)
p : Beberapa bilangan prima adalah bilangan genap. ÆŽ(x), P (x)
~p : Semua
bilangan prima bukan bingan genap. ∀ (x), ~P(x)
2) p : Beberapa siswa SMA berumur kurang dari 17
tahun ÆŽ(x), P (x)
~p :
Semua siswa SMA berumur lebih dari 17 tahun ∀
(x), ~P(x)
Ingkaran
dari semua kuantor universal adalah kuantor eksistensial : ~∀ (x), ~P(x) ≡ ÆŽ(x), ~P(x). Ingkaran dari “Semua (setiap)….” ≡
ada (beberapa)…. Yang tidak..
Contoh
:
1) p : Semua bilangan asli adalah
bilangan bulat. ∀(x), P(x)
~p : Ada bilangan asli yang bukan bilangan
bulat. ÆŽ (x), ~P(x)
2) p : Semua orang yang tinggal di desa
A adalah petani. Ɐ (x) EA,P(x)
~p
:Ada beberapa orang yang tinggal di desa A bukan seorang petani. ÆŽ (x),~P(x)
Perhatikan kalimat “beberapa mahasiswa
pandai”, pada kalimat ini dapat ditafsirkan sebagai ada sesuatu, suatu kalimat
tersebut adalah mahasiswa dan sesuatu tersebut pandai. Jika dinyatakan
menggunakan simbol dapat dinyatakan dengan (ÆŽx)(mx) ÊŒp(x) dimana m adalah predikat untuk
mahasiswa dan p adalah predikat untuk pandai. Berbeda dengan kalimat “semua
mahasiswa adalah pandai”, pada kalimat ini dapat ditafsirkan semua x apabila x mahasiswa maka x
pandai. Sehingga kalimat ini disimbolkan sebagai Ɐ(x)(m(x))→P(x).
Sedangkan untuk kalimat tidak ada
mahasiswa yang pandai, dapat ditafsirkan sebagai semua mahasiswa tidak pandai,
atau semua x, apabila x mahasiswa maka x pandai. Sehingga bila dinyatakan dalam
simbol logika adalah Ɐ(x)(m(x))→~P(x).
Pernyataan kuantor universal yang
disimbolkan dengan Ɐ x,P(x), dimana Ɐ
x adalah kuantor universalnya dan P(x) adalah pernyataan tunggalnya, maka
negasinya adalah pernyataan kuantor universal ÆŽx, ~P(x). Sebagai contoh
pernyataan “Semua bilangan prima adalah ganjil” maka negasi dari pernyataan
tersebut adalah ada bilangan prima yang genap. Begitu pula dengan kalimat Ɐx ϵ
R,
x 2 – 1 ≥ 0 maka negasinya adalah â±»x
ϵ R,x2 - 1 < 0.
Begitu juga dengan pernyataan kuantor
eksistensial disimbolkan dengan ÆŽx P(x), dimana ÆŽx adalah kuantor eksistensialnya dan P(x) adalah pernyataan tunggalnya, maka negasinya adalah pernyataan
kuantor eksistensialnya adalah Ɐ x,
~P(x). Sebagai contoh beberapa siswa
SMA berumur kurang dari 10 tahun, maka negasinya adalah semua siswa SMA berumur
lebih dari atau sama dengan 10 tahun. Begitu juga dengan kalimat ÆŽx ϵR, x²-1=0,, maka negasinya adalah Ɐx ϵR,
x² -1 ≠ 0.
Latihan
Tentukan
negasi dari pertanyaan berikut :
1. Semua
peserta didik Ujian Nasionak menginginkan lulus.
2. Beberapa
murid menganggap matematika sukar.
3. Semua
murid menganggap fisika mudah.
4. Setiap
akhir bulan Roni makan bakso.
5. Beberapa
bilangan proma tidak genap.
6. Ada
bilangan real yang tidak rasional.
7. Semua
murid bersuka ria.
8. Beberapa
siswa memakai topi warna hitam.
Jawaban
.
1. p : Semua peserta ujian menginginkan lulus.
~q
: beberapa peserta
2. p : Beberapa murid menganggap matematika
sukar.
~q
: Semua murid menganggap matematika mudah.
3. p : Semua murid menganggap fisika mudah.
~q
: Ada murid menganggap fisika sukar.
4. p : Setiap akhir bulan roni makan bakso.
~q
: Ada akhir bulan Roni tidak makan bakso.
5. p : Beberapa bilangan prima tidak genap.
~q
: Semua bilangan prima genap
6. p : Ada bilangan real yang tidak rasional.
~q
: Setiap bilangan real rasional.
7. p : Semua murid bersukaria.
~q
: Beberapa murid tidak bersukaria.
8. p : Beberapa
siswa memakai topi warna hitam.
~q
: Semua siswa memakai topi warna hitam.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa cara lain untuk merubah suatu kalimat
terbuka menjadi suatu pernyataan adalah dengan menggunakan kuantor. Kuantor
adalah suatu ucapan yang dibutuhkan pada kalimat terbuka sedemikian sehingga
mengubah kalimat terbuka tersebut. Ada dua macam kuantor yaitu kuantor
eksistensial dan kuantor universal. Pernyataan kuantor eksistensial disimbolkan
dengan dimana â±»x adalah kuantor
eksistensialnya. Ciri-ciri pernyataan kuantor eksistensial menggunakan kata :
ada, beberapa, setidaknya satu, dll. Pernyataan kuantor universal disimbolkan
dengan Ɐ x, p(x) dimana Ɐ x adalah
kuantor universalnya dan P(x) adalah
pernyataan tunggalnya. Ciri-ciri pernyataan kuantor universal adalah
menggunakan kata : semua, setiap, seluruhnya, dan lain-lain.
B.
Saran
Semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca, serta dapat memotivasi khususnya
kita sebagai calon pendidik untuk terus belajar mengenai logika karena logika sering
kita gunakan dalam kesehariaan kita.
DAFTARPUSTAKA
WidodoSriAdi,M.Pd.(2010).BahanAjarLogika.Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar